Seorang santri sedang berpelukan dengan orangtuanya selepas sambangan. Olah Digital oleh ITC Asd.
Assaidiyyah.id: Pondok Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, masih dipercaya masyarakat sebagai tempat menempa generasi berilmu dan berakhlak mulia. Namun, bagi santri baru, proses adaptasi sering kali menjadi tantangan.
Sebagai bagian dari memahami kondisi pesantren dan lingkungannya. Para santri dan orang tua perlu memahami dan mengamalkan beberapa langkah yang konkret.
Berikut 11 kiat agar santri betah tinggal di pesantren dikutip dari NU Online, pada Kamis, 24 Juli 2025:
1. Niat Ikhlas
Niat mondok harus murni karena Allah dan untuk mencari ilmu agama, bukan demi status atau harta. Santri perlu menyadari bahwa belajar agama adalah perintah langsung dari Tuhan Semesta Alam.
2. Hadapi Rindu dengan Ibadah
Rasa rindu, terutama pada masa awal, bisa mengganggu kenyamanan. Membaca Al-Qur’an dan berzikir setelah salat dapat menjadi pengobat hati dan penenang jiwa.
3. Adaptasi Lingkungan Baru
Kondisi pesantren mungkin tak seperti di rumah. Fasilitas bersama dan kehidupan sederhana justru menjadi latihan hidup bermasyarakat.
4. Cari Teman Baru
Berteman dengan sesama santri, terutama yang rajin dan disiplin, akan memudahkan proses adaptasi sosial dan meningkatkan semangat belajar.
5. Sabar Hadapi Karakter Beragam
Tak semua teman menyenangkan. Santri perlu sabar, terutama dalam menghadapi orang-orang yang menyebalkan. Shalat malam dan doa akan membantu memperkuat mental.
6. Belajar Mandiri
Di pesantren, santri harus melayani dirinya sendiri, mulai dari mencuci pakaian hingga mengatur jadwal. Ini bagian dari proses pendewasaan.
7. Patuhi Aturan
Aturan pesantren, seperti larangan membawa ponsel atau target hafalan, bukan beban, melainkan sarana untuk membentuk kedisiplinan dan fokus belajar.
8. Kelola Uang dengan Bijak
Santri perlu mengatur uang kiriman agar cukup sebulan. Menitipkan uang pada pengurus bisa menjadi solusi agar pengeluaran lebih terkontrol.
9. Miliki Cita dan Tekad
Semangat belajar akan terjaga jika santri memiliki tujuan hidup yang jelas dan meneladani perjuangan para tokoh besar seperti nabi, ulama, atau pejuang.
10. Ingat Harapan Orang Tua
Kepercayaan orang tua adalah motivasi utama. Belajar sungguh-sungguh di pesantren adalah salah satu bentuk bakti yang membanggakan mereka.
11. Doa Orang Tua
Selain ikhtiar santri, dukungan spiritual orang tua sangat penting. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Reza Ahmad Zahid menyarankan agar orang tua membacakan Al-Fatihah sebanyak 41 kali selepas maghrib, diyakini bisa membantu anak lebih mudah menerima pelajaran.
Pada akhirnya, meski kehidupan pesantren penuh tantangan, nilai-nilai seperti kesederhanaan, kemandirian, dan kedisiplinan menjadi bekal berharga untuk masa depan.
Pesantren kini juga semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, menjadikannya pilihan utama pendidikan anak di tengah arus pergaulan modern.
Disadur oleh ITC Asd, ditulis oleh Ahmad Naufa, alumni Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah.