Isra Mi’raj Mukjizat yang Luar Biasa, Kiai Taufik Sarankan Masyarakat Memperbaiki Salatnya





Facebook


Youtube


Whatsapp


Instagram


Tiktok

Kiai Taufik saat menjadi penceramah dalam haflah rojabiyah. Foto: ITC Asd
Kiai Taufik mengisi tausiyah haflah rojabiyah. Foto: ITC Asd

Kiai Taufiqurrahman Yasin salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Gedongan menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj beritanya bersumber dari Al-Qur’an.

Hal itu ia sampaikan saat mengisi tausiyah haflah rajabiyah di Masjid Agung Pondok Pesantren Gedongan pada Ahad, 26 Januari 2025.

“Kita mestinya mengerti Isra Mi’raj bukan berasal dari TV, koran dan semacamnya, melainkan asalnya dari Al-Qur’an.” jelasnya.

Kiai Taufik menceritakan bagaimana pentingnya memahami isi Al-Qur’an dari beberapa segi, termasuk mempelajari ilmu Al-Qur’an dan sejarahnya.

Menurut Kiai Taufik, Isra Mi’raj merupakan Peristiwa yang besar dan menakjubkan, beritanya dari Al-Qur’an, modalnya keimanan dan keyakinan.

Sementara itu, dari sisi mata rantai Isra Mi’raj, kata kiai Taufik, apa yang ada di dalam Al-Qur’an sudah pasti benar, Kiai Taufik menilai Al-Qur’an merupakan mu’jizat yang luar biasa karena bisa mengungkapkan sesuatu yang belum terjadi atau pun yang sudah terjadi. 

Kiai Taufik menambahkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memiliki kisah yang jelas dan sudah pasti dapat dipertanggungjawabkan, karena memiliki sumber dari Al-Qur’an.

Kiai Taufik menyebut bahwa keotentikan Isra Mi’raj merujuk kepada salah satu pengertian Khobar dan Sanad menurut perspektif para ulama.

“Khobar tidak bisa diterima kecuali ada sanad, sanad tidak bisa diterima kecuali muttashil dan muttashil tidak bisa diterima kecuali shohih.”

Lebih lanjut kiai Taufik menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj memang tidak dibuat-buat ada dasarnya, kita yakin bahwa itu salah satu mukjizat Nabi.

Dalam acara tersebut, kiai Taufik berharap kepada masyarakat dan santri bahwa peringatan isra mi’raj hendaknya dijadikan pelajaran agar kualitas salatnya semakin baik.

“Peringatan Isra Mi’raj juga merupakan momentum untuk memperbaiki salat. Orang salat itu hatinya harus beres dan bersih alias khusyuk. Salat juga harus yang baik dan benar jangan asal-asalan dalam melaksanakan. Selanjutnya, salat juga harus memperhatikan kesucian pakaian, badan dan tempatnya.” jelasnya.

Sementara itu, salat merupakan rutinitas umat muslim yang spesial, menurut Kiai Taufik bahwa orang salat sangat dihormati keberadaannya.

“Salat itu ibadah yang istimewa, contoh ketika orang baca Al-Qur’an kemudian ada orang salat, maka diperintah untuk melirih suaranya karena ada orang sedang melaksanakan salat. Sampai ada perkataan: Al amru bikhofdzi shout, “perintah untuk merendahkan suara saat ada orang salat.” ujarnya.

Mengakhiri mauizah Kiai Taufik mengajak semua lapisan masyarakat dan para santri agar sama-sama meningkatkan kualitas ibadahnya, terutama bisa membedakan perkara baik dan benar sesuai syariat.

“Setelah itu mari kita berusaha memperbaiki kualitas ibadah kita. Mulai dari menata niat dan membersihkan hati. Karena ada perkara benar tapi tidak baik, ada perkara baik tapi tidak benar.” pungkasnya.


Muhammad Ni’amillah
Santri Assa’idiyyah Gedongan