
Assaidiyyah.id: Pengasuh pondok pesantren Assa’idiyyah Gedongan, Ibu Nyai Hj Raudlotul Jannah, menyampaikan bahwa santri perempuan harus mampu meraih cita-citanya.
Ia menjelaskan, tidak ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan, semua sama dan setara, memiliki kesempatan untuk bisa sukses di masa yang akan datang.
“Kodrat perempuan itu hanya empat: hamil, menyusui, melahirkan dan menstruasi,” ujar Ketua Yayasan Salafiyah Assa’idiyyah Cirebon itu dalam kunjungan Polresta Cirebon, bertajuk “Police Goes To School” di halaman Asrama Assa’idiyyah Gedongan, pada Jumat, 9 Mei 2025..
Ibu Nyai Rodhoh sapaan karibnya, menyebut santri perempuan bisa menjadi apa pun, termasuk menjadi polisi perempuan yang pada saat ini sedang menjabat sebagai Kombes Kapolresta Cirebon.
“Di depan kalian, ada perempuan-perempuan hebat. jadi, jangan berkecil hati, untuk menjadi apa yang kalian impikan,” tegasnya.
Di sisi lain, Nyai Rodhoh yang juga Ketua Yayasan tersebut menjelaskan bahwa pondok pesantren Gedongan memiliki tiga kultur masyarakat yang patut dihormati.
“Di Gedongan ini ada tiga ekosistem masyarakat, yang pertama, orang mager sari, (masyarakat pesantren), keluarga kiai, dan para santri,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ibu Nyai Rodhoh mengungkapkan rasa syukur atas silaturahmi yang diadakan Polresta Cirebon.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Kapolres dan rombongan sudah bersedia mengunjungi pondok pesantren Assa’idiyyah Gedongan,” tuturnya.

Tak hanya itu, ibu Nyai Rodhoh menitipkan pesan kepada Kapolresta Cirebon agar bisa memberikan dorongan semangat belajar kepada para santri.
“Inilah santri kami, santri yang kotor, sulit diatur, mangga ibu Kapolres, untuk bisa memberikan arahan dan bimbingan kepada santri agar lebih rajin dalam belajar,” pungkasnya.