ASSA’IDIYYAH DARI MASA KE MASA

Lembaga Yayasan Salafiyah Assa’idiyyah Cirebon yang didirikan oleh Kiai Haji Abubakar Muhtarom dan Nyai Hajah Raudlatul Jannah, pada sekitar tahun 1999, lembaga ini berdiri di bawah naungan Akta Notaris Lia Amalia, Tahun 2008. Assa’idiyyah merupakan sebuah yayasan yang memiliki banyak lembaga di antaranya: MDTU, MTs, MA, SMK, KBIHU, Pondok Pesantren Putra dan Putri.

Dalam perjalanannya, Assa’idiyyah selalu memberikan ruang terbuka bagi siapa pun yang hendak berkontribusi baik dari segi pikiran, tenaga dan dedikasi. Karena hal tersebut merupakan syiar Islam yang menjadikan sebab orang Islam semakin mantap dalam beribadah dan beramal saleh.

Sebelum nama Assa’idiyyah muncul di tengah-tengah masyarakat pesantren. Dulu, pondok pesantren masih bersatu dalam ikatan keluarga ibu nyai dari jalur bapa yakni Kiai Haji Imam Dimyati. Kemudian tampuk kepemimpinan selanjutnya, pasca kiai wafat, diteruskan oleh anak-anaknya, setelah melakukan musyawarah lahirlah nama Manbaul Hikmah, cikal bakal sekolah dan asrama yang masih dikelola oleh adik-adik ibu nyai sampai saat ini.

Singkat cerita, saudara tua ibu nyai, Abuya Bisyri Imam membuat pesantren baru khusus anak kecil dengan dinamakan Ma’had al-Shighor. Di sisi lain, kiai dan ibu nyai pun membuat pesantren sendiri, lahirlah asrama dengan nama Assa’idiyyah yang dinukil dari akar kata Sa’id, diambil dari nama pendiri Pondok Pesantren Gedongan. Dengan harapan agar asrama Assa’idiyyah selalu diridhoi dan diberkahi oleh Allah wasilah Mbah Kiai Sa’id yang sampai sekarang menjadi rujukan para ulama untuk menggali keilmuan dan keramatnya.

Asrama Assa’idiyyah juga dipimpin oleh anak dan menantu kiai dan ibu nyai, bernama Nyai Hajah Lihayati dan Kiai Haji Umar Hamdan, yang bermukim di Gedongan – Cirebon. Serta dipimpin Kiai Haji Moh. Syarofil Anam dan Nyai Hajah Uswatun Hasanah yang bermukim di Semarang.